Senin, 15 Agustus 2016

Celotehan

Waktu.
Menyimpan banyak kejadian.
Ada yang berubah, ada yang tetap sama.
Ada yang pindah, ada yang senantiasa setia.
Ada yang terungkap, ada yang masih misteri.
Beberapa yang jadi lebih baik.
Beberapa lagi malah makin hancur.

Haha, inilah grand design Tuhan atas hidup saya dan semua orang.
Ujung-ujungnya sih kalau udah nggak tau lagi harus gimana, lebih baik saya kembali ke konsep dasar:
Kalau hidup sedang pahit, maka luaskan hati dengan ikhlas, karena hati yang luas akan membuat pahit itu tidak terasa. Kalau terhimpit masalah, cukuplah sabar dan sholat jadi penolong, karena katanya manusia tidak diminta untuk cari solusi dari masalah, katanya manusia cuma disuruh sabar dan sholat.
Dan satu lagi, keterampilan penting yang baru-baru ini saya sadari penting untuk dimiliki: Menertawai keseriusan. Kalau udah kelewat pusing, diketawain ajalah. Ohiya satu lagi, jangan lupa bersyukur Allliaaaa, jangan pernah lupa bersyukur. Sungguh sangat banyak hal di hidup ini yang lebih dari layak untuk disyukuri

--
Nggak jelas banget ini gw nulis apa sih.
3 bulan ini blog gak di tengok, skill nulis udah turun dari level tiarap ke level tenggelam dibawah permukaan tanah. Anyway, terimakasih Bandung, Azka, Loghy dan Reni yang hari ini sudah meningkatkan level positivity gw jadi 100x lipat lebih baik dari sebelumnya :)

Salam,
Venessa Allia

Minggu, 22 Mei 2016

Tidak Pernah Sedikit Tahu


Kemana pikiran ini akan membawaku pergi
Jauh yang terlalu jauh
Susah payah kutarik kesadaranku kembali kesini
Ke rebahan, kasur dan kenyataan

Aku dan pikiranku
Mengarang kisah
Memudarkan iman
Mematikan

Badai yang bergemuruh di benak ini
Bahkan mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti
atau merajut skenario yang aku sukai
Padahal siapa aku

Aku dan pikiranku tidak pernah sedikit tahu

Rabu, 06 April 2016

AADC dan Hidup Gw


Ini entah malam ke berapa dimana rumah (Bandung) rasanya kok mirip banget kayak kosan. Adek sepupu gw ada acara di kampusnya, jadi pulang malem. Gw nyampe rumah jam 7 malem dan sendirian. Entah kenapa malem ini rasanya nggak laper, padahal tadi udah mampir beli Nasi Padang. Mau belajar, eeh tugasnya udah beres dikerjain tadi sore (maaf tidak bermaksud sok rajin, begitulah adanya). Mau baca textbook Pemodelan, aduuuh mesti banget dibaca malem ini? Besok pagi aja ya biar fresh (yaa yaa selalu ada alasan untuk menunda pekerjaan, the problem is I often think that I have time L). Mau nonton TV di ruang tamu juga males. Terus ngapain dong? Akhirnya gw buka youtube, nonton ulang episode-episode Putri Huanzhu favorit gw (jangan kaget, jangan heran, jangan protes, sampai detik ini gw masih suka banget sama serial Cina yang satu ini jadi masih suka ngulang-ngulang nonton, gw sih anaknya gitu, kalau udah suka sesuatu, suka susah lupanya, yeaah).

Sampai akhirnya bosen juga nonton Huanzhu, gw hampir memilih untuk tidur aja, tapi aaah belom pengen tiduuur. Eh terus gw inget satu channel Youtube favorit gw: MUVILA. Dan seneng banget mereka punya video baru: Muvila Roundtable eksklusif Ada Apa Dengan Cinta. Asiiik ada tontonan menarik.



Dari Muvila, gw youtube-walking ke channel lain yang bahas soal AADC2. Sampai akhirnya gw bener-bener realize satu hal, kenapa yaa gw merasa related banget sama film ini? Gw hapal dialognya, gw mengagumi pusi-puisinya, banyak adegan AADC yang gw suka juga (apalagi bagian-bagian yang romance-romance gitu, duuh), dan kerasa banget kayaknya gw emang tumbuh bersama dengan film ini.

AADC 1 main di bioskop waktu gw kelas 1 SMP. Inget banget, gw nonton film ini di Bioskop Pamulang (yang sekarang udah tinggal sejarah). Film ini, seinget gw adalah film Indonesia pertama yang gw tonton dan ada adegan kissing-nya, ahaha.  Dan belasan tahun kemudian, gw menyadari bagaimana film ini ternyata sangat mempengaruhi gw.  Gw melihat “Cinta” sebagai sosok yang gw idolakan. Ingin menjadi seperti dia: cantik, pintar, mandiri, banyak teman, berkarakter kuat. Dan “Rangga”, mungkin yang membuat gw hingga saat ini menilai cowok yang karismatik itu dengan credit point  yang besar. Oiya satu lagi, AADC membuat gw melihat jurnalistik sebagai sesuatu yang keren, dan terbukti hingga saat ini, walaupun tidak menjadi jurnalis tapi gw masih hobi menulis. Haha, yaaa entah memang benar AADC mempengaruhi gw sebegitu dalam, atau cuma gw aja yang berusaha menyambung-nyambungkan, tapi yang pasti gw sangat-sangat menunggu film ini. Dari awal tahu AADC bakal ada sekuelnya, gw udah seneng aja, tanpa punya ekspektasi endingnya harus gimana. Yaps, gw beneran bakal nonton film ini dengan pasrah, sepasrah waktu gw nonton AADC1 saat masih ABG dulu. Gw nonton AADC1 hanya karena saat itu AADC sangat hits banget dan temen-temen gw pun pada nonton, tapi gw nggak berharap apapun sama ceritanya. Nonton film tanpa ekspektasi tapi malah dibuat sangat tersentuh hatinya, dan setelah sekian tahun AADC masih menghantui hidup gw, hihihi. Jadiii terseraaah deh endingnya AADC2 mau kayak apa. I don’t even care. Gw cuma percaya film ini bakal bagus J

Baiklah, selesai dulu obrolan malamnya. Izinkan gw mengakhiri tulisan yang sebenarnya dibikin untuk memancing rasa kantuk dengan cuplikan puisi Rangga di AADC2.

resah di dadamu,
dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini.
dipisah kata-kata
begitu pula rindu.
lihat tanda tanya itu.
jurang antara kebodohan dan keinginanku 
memilikimu sekali lagi

(sumber: http://www.muvila.com/film/artikel/aan-mansyur-puisi-aadc-2-jauhkan-yang-dekat-dekatkan-yang-jauh-1601060.html)

Damn! I do falling in love with words (not number, makanya gw benci ngitung)

Selamat malam, selamat tidur.
Stay positive ya J

Salam,
Venessa Allia 

Kamis, 24 Maret 2016

27 dan SBB Trailer


Ini ulang tahun ke berapa yaa yang ditulis di blog?
Udah nggak inget lagi :)).

Umur bertambah, itu harga mutlak untuk level kedewasaan yang nggak boleh cemen lagi.
Juga sudah harus semakin bijaksana melihat sesuatu.
Dan semakin taat sama Alloh.
Semakin banyak sabar,
semakin positif,
semakin banyak memberikan manfaat,
dan semakin banyaaaak bersyukur.

Inget yaa Allia, banyak banget hal yang perlu disyukuri. Adanya kamu hingga hari ini, di titik saat ini, sudah seharusnya disyukuri. Tahun ini, di umur ini, sebagaimana tahun-tahun dan umur-umur sebelumnya, Insyaa Allah akan menjadi tahun yang luar biasa :)

Anyway, gw tidak ingin terlalu banyak membahas cerita ulang tahun ini, jadi gw ganti topik yah. Siang ini Hawa ngasih tautan teaser film "Sabtu Bersama Bapak". Dan hingga saat gw menulis ini, gw masih aja nonton teaser filmnya, again and again. "Sabtu Bersama Bapak" (SBB) adalah novel favorit gw dari pengarang favorit juga. Nonton teaser filmnya aja udah sedih, hampir dipastikan saat nonton nanti gw akan nangis. Gw sudah merekomendasikan buku ini ke banyaak orang (pria dan wanita), tautan teaser-nya juga gw post di Path. Udah kayak sales SBP deh gw, hihi. Semoga semua proses yang dibutuhkan SBP hingga bisa premiere di bioskop berjalan lancar, sooo filmnya bisa segera tayang. Cant wait :)

Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa, stay positive yaa :)


Salam,
Venessa Allia

Minggu, 13 Maret 2016

Teduh


Ketika manusia terjebak dalam kompleksitas standar yang dibuatnya sendiri, ternyata disitulah sumber penyakit hati. Ketika pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang makna dan nilai sudah berhenti ditanyakan, melainkan berganti kepada seruan-seruan keinginan. Maka mudah sekali setan-setan jahat merasuk dan membuat diri sejatinya makin terpuruk. 

Pengembara yang pergi sejauh-jauhnya pun, hatinya tetap harus pulang, supaya tidak hilang arah kebenaran. 
Ingatkan aku untuk pulang teman
Ingatkan aku untuk kembali kepada pilihan yang benar
Ingatkan aku untuk tetap menanam bekal kebaikan
Ingatkan aku bahwa biarpun mulia, tetap saja aku seorang makhluk

Ternyata tidak ada hidup yang berkelok-kelok, yang ada adalah hati dan pikiran yang tak tentram.
Teduh, teduhlah.
Bukan langit di luar, tapi kalbu di dalam.
Supaya ringan langkah kaki menapak, berlari atau berjalan, syukuri  dan susuri hidup.


sebuah renungan pagi

Salam,
Venessa Allia