Rabu, 07 Desember 2016

61216


6 Desember 2016.

Jika suatu hari gw bikin autobiografi, gw pastikan akan ada satu bab sendiri tentang hari ini.
Hari ini, In syaa Allah menjadi hari terakhir ujian semester dalam rencana pendidikan formal gw sejauh ini. Hari ini gw telah menyelesaikan Ujian Akhir Semester di mata kuliah terakhir yang gw ambil semester ini. Semester depan gw bisa full mengerjakan tesis, sudah tidak ada kuliah lagi (In syaa Allah). Dan karena hingga detik ini gw tidak berencana untuk ambil S3, jadi yaa harusnya setelah ini udah gak ada lagi ujian-ujian formal tertulis. Hehehe. Tapi gw sadar kok kalau gw gak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kalau Allah punya rencana lain, pernyataan-pernyataan diatas bisa jadi tidak berlaku lagi. Kalau ada yang ingin tahu UAS terakhir gimana rasanya? Jujur saja gw keluar ruangan dengan perasaan amburadul, karena ujiannya susaaah, hahaha. Semoga nanti nilainya tetep bikin happy. Ammiinn.

Tapi 6 Desember bukan hanya tentang UAS terakhir, ada hal lain yang membuat hari ini menjadi bab sendiri dalam buku kehidupan gw.

Karena tepat di hari ini, ada satu cerita yang harus berakhir.
SELESAI.
Bukan “bersambung” seperti yang dulu-dulu terjadi.
Kali ini benar-benar selesai.
Kisah panjang yang hari ini telah menemukan ujungnya.
Doa yang terjawab.
Seiring rasa nyeri yang rasanya baru pertama kali gw rasakan, gw menutup kisah yang pernah begitu serius gw bayangkan menjadi bagian dari masa depan. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam kepala gw sendiri.
Tidak ada yang perlu disalahkan. Saatnya gw berdamai dengan fragmen-fragmen memori yang menunggu waktu untuk menjadi serpihan kenangan tidak berarti.
Untungnya gw belum kehilangan selera humor dan masih bisa paham bahwa dengan izin-Nya, cerita ini akan Dia ganti dengan skenario lain yang lebih baik dari apa yang bisa gw bayangkan. Tuhan selalu punya cara. Tuhan selalu punya cara. Dan diatas semua logika, selalu ada keyakinan yang menguatkan.
Ketika gw menulis ini, jam di laptop gw menunjukan waktu 23.58 WIB. Dua menit lagi, hari baru akan datang. Demikian pula hidup gw, hidup baru akan datang, cara hidup yang baru dimulai. Masih bingung sih harus bersikap seperti apa, mungkin gw cuma butuh lebih yakin saja sama ayat ini: 
   
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan qadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. (QS. 87:1-3)

Jangan pernah lupa rahmat Allah, karena cuma Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Terimakasih sudah membaca :)

Salam,
Venessa Allia

Selasa, 25 Oktober 2016

Berserah



Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadamu
Agar jiwaku tenang dengan bimbingan Mu selalu 
(Sheila Madjid, Kumohon) 



Aku tidak tahu
Aku mau berhenti sok tahu
Setiap aku sok tahu, aku mau jedotin kepala aku 3x ke tembok, supaya aku sadar bahwa aku tidak pernah benar-benar tahu.




Salam,
Venessa Allia

Minggu, 18 September 2016

Mari Menulis Lagi


Terinspirasi dari blog teman saya yang makin lama makin gorjes aja : Andriani Oktadianti, marilah kita isi minggu siang ini dengan nulis blog lagi. Actually gw punya 3 alasan kenapa ingin blogging hari ini:
1. Sebagaimana sudah disebut sebelumnya, gw terinispirasi dari Anti yang masih rajin nulis
2. Ini lagi nunda-nunda waktu, karena hari ini gw harus mulai ngerjain tinjauan pustaka proposal tesis. Tapi yaa gitu deh, lagi ngumpulin mood dulu, :p
3. Gw sedang puasa untuk tidak buka Instragram dan Path, jadi waktu luang ini musti dimanfaatkan untuk yang lain.

Terkait point ketiga, nah gw punya 3 alasan lagi kenapa gw memutuskan untuk puasa main IG dan Path selama 21 hari (katanya butuh 21 hari untuk seseorang merubah kebiasaan, jadi angka ini gw pakai sebagai target):
1. Bulan kemarin gw dikirimin video tausyiah Nouman Ali Khan yang bahas tafsir surat Al-Ashr. Intinya surat itu membahas soal WAKTU. Singkat cerita, video tersebut berhasil membuat gw sadar bahwa sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan dalam 24 jam setiap harinya. Dan gw jadi mikir-mikir terlalu banyak waktu yg gw habiskan untuk scrolling timeline Path dan IG, which is so happy but surely unproductive. Jadi yaudah gw mulai niat baik ini dengan mereduksi waktu mainan Path dan IG. Belum bisa sampai level eliminate (temen gw ada yang udah bener-bener uninstall dan delete semua account social media nya lho, alasan dia adalah media sosial itu buang-buang waktu), buat gw setidaknya reduksi dulu deh. Kenapa cuma Path dan IG? Kenapa nggak semua socmed sekalian? Ya karena cuma 2 socmed itu yang paling rutin gw buka, socmed lain, seperti Facebook atau Twitter emang sudah dari lama tidak ditengok.
2. Alasan kedua adalah: saat ini gw merasa menjadi cendrung punya perasaan negatif setiap buka Path dan Instragram. Bukan masalah apa yang ada di timeline. Masalahnya lebih ke diri gw sendiri. Jadi daripada bikin dosa karena nyinyir atau menjadi unhappy karena melihat kehidupan orang lain, lebih baik pamit sejenak dari dua media sosial tersebut.
3. Gw mulai menyadari alasan-alasan atau motivasi dari setiap publikasi yang gw lakukan di Path atau Instagram. Dan gw mengakui bahwa tidak semua publikasi tersebut berniat tulus. Gw merasa kok makin susah ya mainan Path dan IG tanpa niat untuk pamer, ingin dipuji, atau motivasi negatif lainnya. Bisa jadi ini cuma gw aja sih yang mikirnya terlalu serius (hahaha ya gimana dong emang begini anaknya), tapi hal ini menguatkan niat gw untuk 'sejanak hening', absen dulu dari Path dan Instagram.

Oke, apalagi ya.. kalau di blognya teman saya Andriani Oktadianti, banyak foto-foto kece. Sementara gw paling males upload foto di blog, hahaha. Oke update kehidupan sedikit saja, bulan Agustus kemarin gw baru saja menyelesaikan program internship 3 bulan di salah satu konsultan menejemen yang punya bagian terkait Sustainability and Climate Change. Alhamdulillah, internship sudah selesai. Buat gw 3 bulan disana, sungguh sangat banyak belajar. Dan selama 3 bulan tersebut gw menjadi roker alias rombongan kereta. Wah beneran deh kalau ngerasa hidup lo lagi sulit, cobalah naik commuter line di jam berangkat atau pulang kantor, Insya Allah lo akan lebih bersyukur, hehe.
Selama 3 bulan terakhir, gw juga banyak baca buku Tere Liye, ada 6 buku Tere Liye yang sudah gw tamatkan (4 buku "serial anak mamak", 1 buku "Bidadari- Bidadari Surga" dan 1 buku "Bumi"). Kemarin ceritanya dapat supplier buku gratisan,hihi. Jadi ya lumayan jadi banyak baca.
Sejauh ini, Bidadari-Bidadari Surga jadi favorit gw, bagus banget. Serial anak mamak juga bagus, cocok jadi bacaan anak-anak karena banyak nilai-nilai moralnya. Kalau Bumi, bukan favorit gw sih, tapi menarik juga soalnya disini Tere Liye bikin cerita fiksi yang menurut gw "feeling" saat bacanya agak-agak mirip kayak baca Harry Potter. Great job Tere Liye, saya ngefans sama Anda !!

Akhir Agustus gw pun sudah mulai kuliah lagi. Semester 3 ciiing. Semester ini gw sudah nggak banyak kuliah, dan emang gw anaknya minimalis banget, nggak niat ngambil SKS lebih. Dan mulai semester ini, satu demi satu proses yang harus dijalani untuk menyelesaikan tesis akan gw mulai. Masalahnya gw anaknya suka gak-PD-an, jadi adaaa aja perasaan kayak "mampu gak ya gw ngerjain ini semua? :(". Hefft.
Tapi gw tau kok, S2 ini sudah dimulai, bahkan sudah berjalan 1 tahun, jadi selain harus dinikmati, juga harus diselesaikan, hehehe. Bismillah. Insya Allah bisa. Doain gw yaaa..

Hari ini gw mau upload 1 foto deh. Please siapapun yang baca tulisan ini, dan lihat foto ini, bilang Ammiinnn yaaa :)

Bismillahirahmanirrahim. Ya Allah tambahkan ilmu kepada hamba. Amiin (please semua bilang amiin, :) )


Gw gak bisa janji kapan akan update blog lagi. Tapi blog ini Insya Allah gak akan mati, kalaupun mati suri, yaa diusahain nggak lama-lama deh.
Stay positive yaaa :)

Salam,
Venessa Allia

    

Senin, 15 Agustus 2016

Celotehan

Waktu.
Menyimpan banyak kejadian.
Ada yang berubah, ada yang tetap sama.
Ada yang pindah, ada yang senantiasa setia.
Ada yang terungkap, ada yang masih misteri.
Beberapa yang jadi lebih baik.
Beberapa lagi malah makin hancur.

Haha, inilah grand design Tuhan atas hidup saya dan semua orang.
Ujung-ujungnya sih kalau udah nggak tau lagi harus gimana, lebih baik saya kembali ke konsep dasar:
Kalau hidup sedang pahit, maka luaskan hati dengan ikhlas, karena hati yang luas akan membuat pahit itu tidak terasa. Kalau terhimpit masalah, cukuplah sabar dan sholat jadi penolong, karena katanya manusia tidak diminta untuk cari solusi dari masalah, katanya manusia cuma disuruh sabar dan sholat.
Dan satu lagi, keterampilan penting yang baru-baru ini saya sadari penting untuk dimiliki: Menertawai keseriusan. Kalau udah kelewat pusing, diketawain ajalah. Ohiya satu lagi, jangan lupa bersyukur Allliaaaa, jangan pernah lupa bersyukur. Sungguh sangat banyak hal di hidup ini yang lebih dari layak untuk disyukuri

--
Nggak jelas banget ini gw nulis apa sih.
3 bulan ini blog gak di tengok, skill nulis udah turun dari level tiarap ke level tenggelam dibawah permukaan tanah. Anyway, terimakasih Bandung, Azka, Loghy dan Reni yang hari ini sudah meningkatkan level positivity gw jadi 100x lipat lebih baik dari sebelumnya :)

Salam,
Venessa Allia

Minggu, 22 Mei 2016

Tidak Pernah Sedikit Tahu


Kemana pikiran ini akan membawaku pergi
Jauh yang terlalu jauh
Susah payah kutarik kesadaranku kembali kesini
Ke rebahan, kasur dan kenyataan

Aku dan pikiranku
Mengarang kisah
Memudarkan iman
Mematikan

Badai yang bergemuruh di benak ini
Bahkan mengkhawatirkan sesuatu yang belum pasti
atau merajut skenario yang aku sukai
Padahal siapa aku

Aku dan pikiranku tidak pernah sedikit tahu