Rabu, 28 Desember 2016

Memilih Tidak Percaya

Aku berdamai dengan fragmen-fragmen memori yang menunggu waktu untuk menjadi serpihan kenangan tidak berarti
Itu kataku beberapa waktu yang lalu
Belum ada satu purnama
Dan hingga detik ini aku masih berdamai dengan kenangan-kenangan itu

Seorang penyair berkata
“Kadang kau pikir lebih mudah mencintai semua orang daripada melupakan satu orang. Jika ada satu orang terlanjur menyentuh inti jantungmu. Mereka yang datang kemudian hanya menyentuh kemungkinan-kemungkinan”

Benarkah itu?
Aku memilih tidak percaya.


Salam,
Venessa Allia

Tulisan ini ditulis pasca menonton ulang film Ada Apa Dengan Cinta 2. Kutipan puisi yang ditulis miring diatas merupakan puisi karya Aan Mansyur yang diambil dari film tersebut. 

Minggu, 18 Desember 2016

Akhir semester 3

ITB, 16 Desember 2016.

Aku dan kesendirianku duduk di teras Campus Center Timur. Didepanku ada adik-adik berjaket oranye, ramai berkumpul, entah untuk apa. Suasana ini dulunya sangat kunikmati. Aku sangat suka ITB di sore hari. Aku memang pecinta sore hari. Sore yang teduh, waktu yang berjalan lambat, lebih lengkap jika bersama orang-orang yang tepat.

Sore hari juga membuatku memanggil memori-memori itu kembali. Di kampus ini saat bersama banyak teman baik. Juga saat bersama.. ah sudahlah. Di lapangan voli, beberapa mahasiswa bermain-main dengan bola. Dulu aku suka berada disana, oh bukan sebagai pemain, tapi sebagai supporter yang setia. Berteriak membela teman-temanku yang bertanding. Atas nama himpunan masing-masing, kita bertanding dan ingin menang. Semangat berkompetisi yang saking bergeloranya, bisa sampai memutuskan pertemanan alias bisa ribut beneran, hahaha memalukan, tapi itulah keseruan.
ITB dari kacamataku yang sempat meninggalkan lalu kembali kesini. Selalu ada kebahagiaan ketika kembali ke tempat ini. Mungkin aku terlalu menikmatinya, tidak terasa 3 semester sudah berlalu saja. Aku ingin menjadikan semester 4 sebagai semester terakhirku. Aku dalam proses memperjuangkannya. Mohon maaf, kadang kala daya juang ini lemah. Tesis ini benar-benar menuntutku untuk mengendalikan diriku sendiri. Aku tau tesis ini adalah perjuanganku melawan diriku sendiri. Dengan bantuan Allah,  Insyaa Allah aku akan menang.

Boulevard. Jalan yang membelah sisi barat dan sisi timut ITB. Beberapa waktu belakangan ini, aku beberapa kali melihat orang-orang foto pre-wedding disini. Hihi, jalanan ini memang memorable sekali. Aku cukup yakin setiap mahasiswa ITB punya kisah masing-masing yang ber-setting di jalanan ini. Omong-omong, aku sebenarnya agak kangen melihat mahasiswa-mahasiswa ini berorasi. Kuakui dulu aku mudah sekali terpesona melihat mahasiswa-mahasiswa berjaket berorasi (nilai plus jika oratornya karismatik, dan nilai plus lagi jika isi orasinya bagus). Kalau sekarang, mungkin aku akan tertawa melihat mereka. Kalian mahasiswa S1, aku beritahu ya, kehidupan sebenarnya baru benar-benar kalian mulai selepas kalian keluar dari kampus gajah ini. Kampus ini adalah rumah yang indah, tempat mimpi-mimpi dibangun, tempat rasa dilatih, tempat pikiran dibuka. Dan keluar dari sini, kalian harus tetap menjadi manusia-manusia pembelajar.

Sudah jam 4.30 rupanya. Aku harus beranjak. Bimbingan.
Terimakasih sudah membaca.

Salam,

Venessa Allia

Selasa, 25 Oktober 2016

Berserah



Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadamu
Agar jiwaku tenang dengan bimbingan Mu selalu 
(Sheila Madjid, Kumohon) 



Aku tidak tahu
Aku mau berhenti sok tahu
Setiap aku sok tahu, aku mau jedotin kepala aku 3x ke tembok, supaya aku sadar bahwa aku tidak pernah benar-benar tahu.




Salam,
Venessa Allia

Minggu, 18 September 2016

Mari Menulis Lagi


Terinspirasi dari blog teman saya yang makin lama makin gorjes aja : Andriani Oktadianti, marilah kita isi minggu siang ini dengan nulis blog lagi. Actually gw punya 3 alasan kenapa ingin blogging hari ini:
1. Sebagaimana sudah disebut sebelumnya, gw terinispirasi dari Anti yang masih rajin nulis
2. Ini lagi nunda-nunda waktu, karena hari ini gw harus mulai ngerjain tinjauan pustaka proposal tesis. Tapi yaa gitu deh, lagi ngumpulin mood dulu, :p
3. Gw sedang puasa untuk tidak buka Instragram dan Path, jadi waktu luang ini musti dimanfaatkan untuk yang lain.

Terkait point ketiga, nah gw punya 3 alasan lagi kenapa gw memutuskan untuk puasa main IG dan Path selama 21 hari (katanya butuh 21 hari untuk seseorang merubah kebiasaan, jadi angka ini gw pakai sebagai target):
1. Bulan kemarin gw dikirimin video tausyiah Nouman Ali Khan yang bahas tafsir surat Al-Ashr. Intinya surat itu membahas soal WAKTU. Singkat cerita, video tersebut berhasil membuat gw sadar bahwa sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan dalam 24 jam setiap harinya. Dan gw jadi mikir-mikir terlalu banyak waktu yg gw habiskan untuk scrolling timeline Path dan IG, which is so happy but surely unproductive. Jadi yaudah gw mulai niat baik ini dengan mereduksi waktu mainan Path dan IG. Belum bisa sampai level eliminate (temen gw ada yang udah bener-bener uninstall dan delete semua account social media nya lho, alasan dia adalah media sosial itu buang-buang waktu), buat gw setidaknya reduksi dulu deh. Kenapa cuma Path dan IG? Kenapa nggak semua socmed sekalian? Ya karena cuma 2 socmed itu yang paling rutin gw buka, socmed lain, seperti Facebook atau Twitter emang sudah dari lama tidak ditengok.
2. Alasan kedua adalah: saat ini gw merasa menjadi cendrung punya perasaan negatif setiap buka Path dan Instragram. Bukan masalah apa yang ada di timeline. Masalahnya lebih ke diri gw sendiri. Jadi daripada bikin dosa karena nyinyir atau menjadi unhappy karena melihat kehidupan orang lain, lebih baik pamit sejenak dari dua media sosial tersebut.
3. Gw mulai menyadari alasan-alasan atau motivasi dari setiap publikasi yang gw lakukan di Path atau Instagram. Dan gw mengakui bahwa tidak semua publikasi tersebut berniat tulus. Gw merasa kok makin susah ya mainan Path dan IG tanpa niat untuk pamer, ingin dipuji, atau motivasi negatif lainnya. Bisa jadi ini cuma gw aja sih yang mikirnya terlalu serius (hahaha ya gimana dong emang begini anaknya), tapi hal ini menguatkan niat gw untuk 'sejanak hening', absen dulu dari Path dan Instagram.

Oke, apalagi ya.. kalau di blognya teman saya Andriani Oktadianti, banyak foto-foto kece. Sementara gw paling males upload foto di blog, hahaha. Oke update kehidupan sedikit saja, bulan Agustus kemarin gw baru saja menyelesaikan program internship 3 bulan di salah satu konsultan menejemen yang punya bagian terkait Sustainability and Climate Change. Alhamdulillah, internship sudah selesai. Buat gw 3 bulan disana, sungguh sangat banyak belajar. Dan selama 3 bulan tersebut gw menjadi roker alias rombongan kereta. Wah beneran deh kalau ngerasa hidup lo lagi sulit, cobalah naik commuter line di jam berangkat atau pulang kantor, Insya Allah lo akan lebih bersyukur, hehe.
Selama 3 bulan terakhir, gw juga banyak baca buku Tere Liye, ada 6 buku Tere Liye yang sudah gw tamatkan (4 buku "serial anak mamak", 1 buku "Bidadari- Bidadari Surga" dan 1 buku "Bumi"). Kemarin ceritanya dapat supplier buku gratisan,hihi. Jadi ya lumayan jadi banyak baca.
Sejauh ini, Bidadari-Bidadari Surga jadi favorit gw, bagus banget. Serial anak mamak juga bagus, cocok jadi bacaan anak-anak karena banyak nilai-nilai moralnya. Kalau Bumi, bukan favorit gw sih, tapi menarik juga soalnya disini Tere Liye bikin cerita fiksi yang menurut gw "feeling" saat bacanya agak-agak mirip kayak baca Harry Potter. Great job Tere Liye, saya ngefans sama Anda !!

Akhir Agustus gw pun sudah mulai kuliah lagi. Semester 3 ciiing. Semester ini gw sudah nggak banyak kuliah, dan emang gw anaknya minimalis banget, nggak niat ngambil SKS lebih. Dan mulai semester ini, satu demi satu proses yang harus dijalani untuk menyelesaikan tesis akan gw mulai. Masalahnya gw anaknya suka gak-PD-an, jadi adaaa aja perasaan kayak "mampu gak ya gw ngerjain ini semua? :(". Hefft.
Tapi gw tau kok, S2 ini sudah dimulai, bahkan sudah berjalan 1 tahun, jadi selain harus dinikmati, juga harus diselesaikan, hehehe. Bismillah. Insya Allah bisa. Doain gw yaaa..

Hari ini gw mau upload 1 foto deh. Please siapapun yang baca tulisan ini, dan lihat foto ini, bilang Ammiinnn yaaa :)

Bismillahirahmanirrahim. Ya Allah tambahkan ilmu kepada hamba. Amiin (please semua bilang amiin, :) )


Gw gak bisa janji kapan akan update blog lagi. Tapi blog ini Insya Allah gak akan mati, kalaupun mati suri, yaa diusahain nggak lama-lama deh.
Stay positive yaaa :)

Salam,
Venessa Allia

    

Senin, 15 Agustus 2016

Celotehan

Waktu.
Menyimpan banyak kejadian.
Ada yang berubah, ada yang tetap sama.
Ada yang pindah, ada yang senantiasa setia.
Ada yang terungkap, ada yang masih misteri.
Beberapa yang jadi lebih baik.
Beberapa lagi malah makin hancur.

Haha, inilah grand design Tuhan atas hidup saya dan semua orang.
Ujung-ujungnya sih kalau udah nggak tau lagi harus gimana, lebih baik saya kembali ke konsep dasar:
Kalau hidup sedang pahit, maka luaskan hati dengan ikhlas, karena hati yang luas akan membuat pahit itu tidak terasa. Kalau terhimpit masalah, cukuplah sabar dan sholat jadi penolong, karena katanya manusia tidak diminta untuk cari solusi dari masalah, katanya manusia cuma disuruh sabar dan sholat.
Dan satu lagi, keterampilan penting yang baru-baru ini saya sadari penting untuk dimiliki: Menertawai keseriusan. Kalau udah kelewat pusing, diketawain ajalah. Ohiya satu lagi, jangan lupa bersyukur Allliaaaa, jangan pernah lupa bersyukur. Sungguh sangat banyak hal di hidup ini yang lebih dari layak untuk disyukuri

--
Nggak jelas banget ini gw nulis apa sih.
3 bulan ini blog gak di tengok, skill nulis udah turun dari level tiarap ke level tenggelam dibawah permukaan tanah. Anyway, terimakasih Bandung, Azka, Loghy dan Reni yang hari ini sudah meningkatkan level positivity gw jadi 100x lipat lebih baik dari sebelumnya :)

Salam,
Venessa Allia