Minggu, 06 April 2014

25 Tahun




1 tahun: 
Mencoba mengingat tapi tidak ingat apa-apa
5 tahun: 
Anak TK yang kalau sekolah naik sepeda, menang lomba baca puisi, cengeng di rumah, sok jagoan di sekolah
10 tahun:
Ternyata ini anak nggak bodo-bodo amat, yaah setidaknya bisa bertahan di rangking 3 besar di sekolahnya dulu, walau nggak pernah rangking 1 sih. Dan mulai naksir cowok.
15 tahun: 
Punya teman-teman yang ternyata pertemanannya akan bertahan hingga bertahun-tahun kemudian. Merasakan oh gini toh rasanya pacaran. Hingga akhirnya merasakah kehidupan baru di Kota Bandung. Kota yang pada akhirnya dia cita-citakan menjadi tempat tinggalnya di masa depan.
20 tahun:
Udah bisa nyetir mobil sendiri. Lebih betah di kampus daripada di rumah. Punya banyak energi yang entah datang darimana. Seneng banget jadi mahasiswa. Mulai sadar bahwa dirinya orang Indonesia dan punya tanggung jawab sebagai orang Indonesia. Mulai punya kontemplasi-kontemplasi serius bahwa hidup tidak boleh egois. Mulai aktif nulis di blog.
25 tahun: Terdiam dan sadar.. sudah 25 tahun.

Anak kecil ponian yang suka ditangisin abangnya sekarang bener-bener udah jadi wanita 25 tahun. Dulu bobonya masih ditemenin mamah, sekarang juga sih hehehe. Dulu kurus tirus (asli gw gak boong), sekarang sering dikatain gendut sama papa. Dulu tiap bulan dikasih duit sama mama, sekarang Alhamdulillah tiap bulan bisa jajanin mama.  Dulu begini, sekarang begitu. Dulu dan sekarang serta serangkaian  proses yang dia alami diantaranya.
Dia masih punya banyaaak banget kebingungan tentang bagaimana hidupnya harus dijalankan. Tapi ketika dia melihat lagi ke belakang, bahwa ternyata sudah cukup panjang juga kehidupan yang dia lalui.
Selama 25 tahun dia punya memori-memori yang dia sebut sebagai saat-saat terbaik dalam hidupnya. Tapi dia juga sudah pernah berada pada “her lowest point”, merasakan kesedihan yang membawanya menangis di sepertiga malam. 
Dua puluh lima tahun
Harusnya bukan waktu yang singkat ya
Tapi Tuhan memanjangkan umurnya hingga ke angka ini.
Dan beribu-ribu kejadian membuat saat ini dia bisa bilang “time flies so fast”
Dua puluh lima tahun.
Gadis ini sudah berubah menjadi wanita.
Cita-citanya sederhana, ingin jadi orang baik dan sumber manfaat.
Melanjutkan hidupnya, dia mengucap banyak sekali doa
Supaya tidak salah jalan, supaya langkahnya selalu disertai petunjuk Tuhan.
Supaya hidupnya diwarnai cinta dari orang-orang yang juga dicintainya.

 
Salam,
Venessa Allia
Bogor, 19 Maret 2014
Terpat berusia 25 tahun.

1 comments:

Fetriza Rinaldy mengatakan...

uuuuu enyes :3