Minggu, 06 November 2011

Soul of Seoul 1: Family Holiday


Oke. Ternyata butuh 1 bulan untuk menceritakan perjalanan ini. Jadi alkisah, alhamdulillahirabbilalamin gw, mama, dan papa mendapatkan rezeki untuk melancong ke Negeri Ginseng, Seoul, Korea Selatan, tanggal 5-9 Oktober 2011 kemarin (Lebih tepatnya, bokap yang punya rezeki, lalu rezeki itu disalurkan ke gw dan nyokap. Yaa rezeki bokap kan rezeki gw juga :D). Cerita gw selama disana ingin gw rangkum dalam serangkaian foto-foto. Mungkin bermanfaat. Siapa tahu menghibur. Foto-foto yang gw tampilkan disini hanya sebagian kecil saja. Gw punya lebih banyak cerita, pelajaran dan pastinya kenangan manis bersama keluarga. Jadi, inilah sepenggal kisah gw bersama keluarga.


Biar kisah ini kayak di cerita komik, kisah ini gw awali dengan pengenalan tokoh:

Inilah gw. Tokoh utama dalam kisah ini. Venessa Allia. Lahir di Sydney, kecil di Serpong, besar di Bandung, darah Padang 100%. Kulit putih, mata sipit dikit, tapi bukan keturunan mandarin. Kadang labil, kadang mature. Hobi menulis. Single (yang ini tolong abaikan) :)

Ini Mama. Nyonya Ernita Syahrul. Orang bilang mama mirip gw. Eh kebalik, gw mirip mama. Lahir pada 10 September 1957. Aktif di dharma wanita. The best mom in the world.


Inilah Bapak Syahrul Aiman. Papa. Jenius luar biasa. Hobi makan pisang goreng dan ngegeratakin rumah. Papa yang ada urusan di Seoul, gw sama nyokap yang kebagian rezekinya. The best Dad in the world.

Jadi, inilah kami bertiga. Bolang of South Korea. Abang gw gak ikut, lagi sibuk nyari sesuap nasi dan sebongkah berlian. Gw cuma 5 hari di Seoul, 5 hari yang gw manfaatkan sebaik-baiknya untuk eksplorasi berbagai tempat disana. Inilah rangkuman perjalanan gw:

Dimulai dari:
1. Hotel
Tempat gw dan keluarga menginap. Hotelnya entah bintang berapa, tapi super sangat cool dan nyamaaan sekaleeee. Hotelnya persis di tengah kota Seoul, deket sama City Hall. Dibawah hotel langsung ada Lotte Departement Store yang cukup ampuh bikin mupeng pengen belanja tapi apa daya gw masih sayang duit. Lotte ini kayaknya masih berhubungan dengan Lotte Mart yang ada di Indo, habis font tulisannya sama. Gw sebenernya ga punya foto bangunan hotelnya, tapi ada beberapa gambar menarik yang ingin gw tunjukan:

Ini patung yang ada di sekitar lobby hotel. Sebagai perhatian, bahwa objek utama dari foto ini adalah gw, bukan patungnya -_-

Ini pemandangan dari kamar (lantai 26) di siang hari,

Ini pemandangan kota Seoul di malam hari dari sudut kamar gw.

Kenapa gw ingin memperlihatkan foto-foto ini? Karena (menurut gw) ternyata Seoul itu mirip dengan Jakarta (Jakarta bagian Sudirman dan Thamrin) tapi dengan perbedaan kecil dan perbedaan besar. Seoul City, isinya gak jauh dari mall dan gedung-gedung bertingkat yang berdampingan. Siang hari disana juga ada kemacetan. Malam hari disana banyak lampu-lampu gemerlapan. Perbedaan kecil dengan Jakarta adalah gedung-gedung di Seoul memang lebih unik dari gedung-gedung di Sudirman, karena katanya ada peraturan bahwa kalau mau bikin gedung baru bentuknya gak boleh sama dengan gedung yang sudah ada. Jadi memang gak ada bentuk gedung yang sama disana. Malam hari di Seoul, gedung perkantoran masih ramai sekali, karena katanya rata-rata orang disana pulang kerja jam 11 malam. Perbedaan besar dengan Jakarta adalah soal keteraturannya. Inilah yang menurut gw membedakan negara maju dengan negara belum maju. Disana walaupun macet, tapi macetnya juga teratur. Orang jalan kaki, ngantri subway, berdiri di eskalator, semuanya teratur. Keteraturan ini yang tidak gw temukan di mana pun di Indonesia. Ohiya satu lagi yang menarik. Orang Korea terbukti cinta banget produk dalam negeri. Disini mobil-mobil yang beredar di jalan raya, kalau ga KIA ya Hyundai. Jarang banget gw menemukan Honda atau Toyota.

Ini Seoul City Hall, lagi ada pembangunan gitu di sini. Didepan gedung ini ada lapangan hijau yang asri banget. Letak City Hall deket banget dari hotel, bisa jalan kaki kalau lo antusias :)

2. Deoksu-Gung Palace
Gw berangkat dari Jakarta tanggal 4, pesawat jam 11 malem. Sampe Seoul kira-kira jam 8 atau 9 pagi waktu setempat. Hari pertama di sana kita makan siang pake makanan aman: Burger King, haha. Malam harinya, kita diajak Mr. Park, temen Papa, makan Bulgogi dan jalan-jalan di Kota Seoul. Mr.Park ini sangat baik sekali. Dia minjemin mobilnya dan sopirnya yang juga bernama Mr.Park buat nganterin gw dan nyokap jalan-jalan. Keesokan harinya, dimulailah petualangan gw dan nyokap, sementara bokap harus kerja, hoho. Tujuan pertama kita adalah Deoksu-Gung Palace.
Jadi Deoksu-Gung Palace ini adalah salah satu istana besar di Seoul. Kalau di Jogja, mungkin ini ibarat Keraton Jogja. Seoul punya beberapa palace yang besar. Deoksu-Gung ini yang paling deket sama hotel. Secara keseluruhan tempat ini sangat bagus. Korea banget. Berada disini kayak lagi syuting film Janggem.

Didepan gerbang Deoksu-Gung bersama abdi dalem Deoksu-Gung (sotoy).

Salah satu istana terbesar yang dengan sukses kakak gw sebut "ah ini mah sama aja kayak Rumah Gadang". Dia memang gak punya sense of architechture sama sekali.

Dalam beberapa jam sekali, ada pertunjukan upacara gitu di depan gerbang. Orang-orang yang lalu lalang di depan istana bisa ikut liat gratis.

Salah satu sudut istana yang sukses nyokap gw sebut "kayak kandang ayam". Ada apa dengan keluarga gw ? -_-

Gw lupa ini mbah namanya siapa. Yang pasti dia orang penting menurut sejarah Korea, patungnya aja gede banget!

Pengawal ini sadar kamera juga rupanya :)


Nah ini menarik. Gw melihat segerombolan anak yang kira-kira berusia SD, mereka diperkenalkan secara langsung dengan sejarah negara mereka sendiri lewat kunjungan seperti ini. Cara yang gw yakin akan jauh lebih efektif daripada hanya membaca buku sejarah.

Di depan National Museum of Deoksugung yang sayangnya masih underconstruction. Mudah-mudahan beberapa tahun lagi udah jadi dan gw masih dikasih kesempatan untuk kesana lagi. Amin :)
3. Itaewon
Tujuan kita selanjutnya adalah berburu belanjaan dan oleh-oleh ke Itaewon. Itaewon itu semacam Malioboro di Jogjakarta. Sepanjang jalan ada berbagai macam toko yang menjual berbagai hal. Disini kawasan foreigner juga, sehingga makanan yang dijual pun macam-macam. Dari bar untuk orang-orang Eropa-Amerika hingga kebab Turki untuk Muslim seperti kami. FYI, tukang kebab Turkinya semacam ganteng sekali :)

Banyak orang Indonesia yang kelihatannya berkunjung ke Itaewon ini. Kenapa gw mengatakan demikian? Karena dengan mudahnya si mamang ganteng penjual kebab dan seorang wanita paruh baya penjual oleh-oleh menyapa kami dengan kalimat "assalamualaikum", "disini murah", dan "Jakarta". Lucu aja, disaat lo dissaparate karena sedikit sekali orang disana yang bisa bahasa Inggris, tiba-tiba ada yang nongol ngomong bahasa Indonesia. :)
Gw gak banyak foto-foto disini karena pada intinya disini cuma ada toko dan tidak ada toko yang menarik minat gw untuk dipotret. Intinya disini gak ada objek gambar yang menarik. Disini gw sama nyokap belanja oleh-oleh, dari mulai gunting kuku yang ada bandul Korea-nya, kaos, baju buat gw bahkan sampe CD Suju.

Beres jalan-jalan di Itaewon, nyokap gw udah capek banget, padahal hari masih sore. Jadi, Mr Park nganter kita balik ke hotel. Sopir yang satu ini sangat ramah, walaupun dengan Bahasa Inggris yang minim. Dia juga super sangat ontime. Janjian jam 10 itu bener-bener jam 10 mobilnya nongol di tempat janjian. Luar biasa. Gak mau memalukan bangsa Indonesia, gw sama nyokap juga selalu berusaha ontime kalau janjian sama dia. Ironis sebenarnya ketika kita di negara orang entah kenapa kita jadi bisa lebih menghargai waktu daripada ketika kita berada di negeri sendiri.

Sampai hotel, gw memutuskan untuk jalan-jalan sendiri. Tujuan gw adalah Myeongdong

4.Myeongdong
Myeongdong ini seperti kawasan gaul di Seoul City. Rame banget. Banyak yang jualan. Banyak remaja-remaja Korea yang cantik-cantik (tapi kalau diperhatikan lebih dekat, hidung mereka seperti artificial). Myeongdong ini juga deket banget dari hotel, jadi gw cukup jalan kaki saja. Gw sempat mencoba jajanan pinggir jalan, yang "Bismillah" semoga tidak mengandung saripati babi. Gw juga nyobain eskrim greentea yang tingginya setinggi PAU lantai 8



Gw bilang juga apa, eskrimnya setinggi PAU :)

Jadi ceritanya, Seoul pada saat itu sedang musim gugur sehingga gw sangat butuh sesuatu untuk menghangatkan badan. Gw beli pancake dan makanan berkuah dari si ibu-ibu ini. Insya Allah ga ada saripati babi :). Amin.

Penemuan paling menarik saat gw jalan-jalan adalah ternyata di bawah hotel tempat gw menginap, ada yang namanya Star Avenue. Di Star Avenue ini ada cap tangan beberapa artis Korea yang hip banget juga ada tembok touch screen yang kalau disentuh bisa menampilkan video artis yang bersangkutan. So hi tech. Secara gw adalah remaja cinta artis korea, otomatis gw tertarik untuk menjelajahi Star Avenue ini (Ini pernyataan paling kibul di blog ini. Yang pertama gw sama sekali gak cinta artis korea, tau juga nggak. Yang kedua gw bukan remaja -__-)

Sumpahnya gw gak tau gw foto sama siapa. Tapi gw liat beberapa orang foto di depan dia. Yaudah gw ikutin aja, namanya juga turis ;)

Nah kalo yang ini gw tau. Rain, bintang iklan Clear yang main Full House dan Ninja Assasin.

Nah, yang ini adalah telapak tangan Rain. Gede ya telapak tangannya, lebih gede dari telapak tangan gw (pentiiinngg woooy).

Naaah, ini cap tangannya Big Bang. Sebelum gw ke Seoul gw gak tau Big Bang sama sekali. Nyampe disana, setiap nonton TV, ini group nongol terus di TV. Ternyata mereka masuk jadi World Wide Act Nominees MTV European Awards mewakili Asia Pasifik, dengan kata lain menjadi saingannya Agnes Monica. Sekarang Big Bang udah menang jadi wakil Asia Pasifik di Worldwide Act Nominees dan bakal bersaing dengan artis dari belahan dunia lain. Padahal ya, kualitas Agnes sumpah ga kalah dari Big Bang, buat gw malah Agnes lebih bagus dari boyband macam Big Bang. Tapi masalahnya di TV Korea, iklan buat vote for Big Bang itu kenceeeng banget. Kelihatan banget kalau mereka didukung untuk memenangkan kategori ini. Sayangnya iklan serupa yang mendukung Agnes Monica untuk menang tidak gw jumpai di TV Indonesia.


Itulah hari pertama gw di Seoul, Korea Selatan. Sangat menarik dan gw sangat bersyukur atas pengalaman ini. Gw masih punya sedikit cerita lagi untuk dibagikan. Akan gw post di tulisan selanjutnya karena akan menjadi terlalu panjang kalau semua cerita gw satukan dalam satu tulisan. Bersambung dulu ya ceritanya :)

Salam,
Venessa Allia
bolang of Seoul City.

to be continued: Soul of Seoul 2: World Cup Stadium

1 comments:

Andriani Oktadianti mengatakan...

you really got a great adventure out there baby! wish i'll be there someday. :D