Rabu, 21 September 2011

Be patient

Hay selamat malam (lagi-lagi gw mengawali tulisan gw dengan garing -_-).

Hari ini gw full day di rumah. Selama dirumah gw produktif..ngetweet! Haha garbage! Kalau lagi sendiri kayak hari ini, pikiran gw suka carut-marut muter-muter gak karuan yang berakhir pada rusaknya kestabilan perasaan gw. Nah daripada gw pusing sendirian karena terlalu banyak bicara dengan diri gw sendiri (*tapi gw masih benar-benar waras loh), gw bermaksud untuk sharing kepada teman-teman semua. Tujuan gw adalah sangat mulia, yaitu biar kalian ikut pusing juga, hahaha :D


Begini,
gw meyadari bahwa belakangan ini adalah saat-saat dimana Allah sedang menguji kesabaran, semangat dan keyakinan gw terhadap-Nya. Kenapa? Yap karena gw sedang dalam proses mencari pekerjaan dimana pekerjaan itu sepenuhnya Allah yang kasih. Ini membuat gw berusaha positive thinking ketika gw gagal pada suatu kesempatan. Gw meyakinkan diri gw bahwa ketika gw gagal, berarti bukan dari tempat itulah sumber rezeki gw berasal. Tapi lalu gw bertanya lagi pada diri gw sendiri, kenapa Allah menakdirkan gw untuk mengikuti suatu tahapan proses seleksi jika pada akhirnya gw ditakdirkan untuk gagal juga? Kenapa? Kenapa Tuhan? Kenapa? (sambil nangis bombay kayak Nikita Willy). Lalu ada yang menjawab dalam diri gw, entah otak entah perasaan gw yang menjawab. Jawabannya adalah karena kegagalan itu adalah bagian dari proses. Sisi lain diri gw protes menanggapi jawaban tersebut "proses apaan sih? proses untuk apa?dan mengapa proses ini begitu melelahkan?"
-___-.

Lalu sampailah gw kepada suatu pemahaman. Terinspirasi dari hobi gw nonton serial Putri Huanzhu, gw mendapat penjelasan konkret atas pertanyaan gw tersebut. Di serial Putri Huanzhu 3, Siao Yan Che (maaf kalau ada kesalahan penulisan nama) ditakdirkan untuk keguguran 2 kali dan baru setelah 4 tahun dia bisa punya anak. Kenapa harus keguguran 2x? Kenapa harus 4 tahun? Jawabannya ada di ending serial tersebut dimana pada episode terkahir terlihat transformasi Siao Yan Che dari seorang putri yang nakal, sembrono dan malas belajar menjadi seorang istri yang dewasa, pintar dan siap menjadi ibu. My point is, ternyata dibutuhkan proses selama 4 tahun dan 2x keguguran untuk membuat Siao Yan Che bisa menjadi ibu yang baik. Kebayang kalau dia mendapatkan seorang anak di kehamilannya yang pertama, anaknya bisa gak keurus, karena pada saat itu ternyata dia memang belum siap menjadi ibu. Pada awal waktu tersebut, Siao Yan Che tidak tahu hikmah ini, suaminya tidak tahu, keluarga kerajaan pun tidak tahu. Tapi Tuhan tahu. God always know.

Gw memang terlalu menghayati serial Putri Huanzhu, terlalu menganggap kisah Putri Huanzhu romastis sehingga bisa menulis suatu perumpamaan berdasarkan serial tersebut. Berdasarkan contoh kisah hidup Siao Yan Che tersebut, gw berusaha meyakinkan diri gw sendiri bahwa beberapa kegagalan yang telah gw alami ternyata merupakan suatu proses supaya pada akhirnya gw bisa menjadi seorang wanita karir yang sukses, lebih tepat lagi menjadi seorang khalifah yang sukses di muka bumi (Amin Ya Allah). Bahwa jika keberhasilan tersebut gw dapatkan di kali pertama atau kedua gw mencoba, pada saat itu sebenarnya gw belum siap menerima tanggung jawab besar yang harus gw pikul. Gw tidak tahu. Gw tidak sadar. Tapi Tuhan tahu, sehingga Dia memproses gw terlebih dahulu pada beberapa tahap dan beberapa kegagalan. Saat ini, opini gw ini memang masih teori karena gw belum mendapatkan output terbaik yang Tuhan siapkan untuk gw. Gw belum betul-betul merasakan hikmah dari rangkaian peristiwa yang gw alami. Tapi nanti beberapa waktu lagi, dan gw yakin itu tidak lama lagi, gw akan tersenyum manis menikmati hikmah yang Allah berikan.

God always know
God always know
God always know.

Gw inget, Aa Gym pernah bilang, kalau seorang hamba yakin sama Tuhannya, dijamin dia gak akan takut miskin dan gak akan korupsi, karena dia yakin rezeki itu Allah yang atur, Allah yang kasih. Kalau begitu, jika gw yakin dengan Tuhan gw, maka gak ada alasan juga bagi gw untuk menyerah, karena sekali lagi rezeki itu Allah yang atur, Allah yang kasih. Gw sering berdoa supaya diberikan petunjuk dan keyakinan terhadap apa yang harus gw lakukan. Gw sering berdoa supaya diyakinkan, dimudahkan dan dicukupkan pada hal-hal yang menurut Tuhan paling baik untuk gw. And according to my friend's tweet, she said "Be patient prayer, God never too late and too fast to answer"


Salam,

Venessa Allia



3 comments:

andrew mengatakan...

bagus nih tulisan yang ini. jadi motivasi gw biar tmbah semangat cari kerja.ah semangat cari kerja.

Andriani Oktadianti mengatakan...

God always knows what's the best for you. be a little more patient. :)

Venessa Allia mengatakan...

Thank you Andrew dan Anti. Tapi setelah gw baca lagi, rasanya kok struktur kalimat yang gw pakai berantakan banget ya, hehe