Kamis, 11 Agustus 2011

Resensi Transformer Dark Of The Moon versi Venessa Allia

Yang belum nonton Transformer 3, mending jangan baca tulisan gw ini, bakal spoiler banget soalnya.

Gw baru nonton Transformer Dark of The Moon 3D tadi sore.

"Ampun Ya Allah, saya bulan ramadhan gini malah nonton Transformer menjelang buka puasa, maafin ya Rabb, saya tetep solat ashar kok, walopun solatnya pas adzan masih berkumandang"


So, hari ini gw nonton Transformer Dark Of The Moon bareng kedua teman gw yang cantik: Reni dan Loghy. Gw mau norak sedikit disini. Hemmm gila ya nonton 3D tuh walaupun bikin mata lelah dan dompet tipis, tapi cool banget! Apalagi film sedahsyat Transformer. Dari segi cerita gw lebih suka Transformer 1, menurut gw lebih menegangkan aja ceritanya, atau bisa jadi karena itu film pertama, jadi buat gw filmnya lebih berkesan. Buat gw, nonton Transformer Dark of The Moon itu bikin capek, apalagi di satu jam terakhir. Visual effectnya sinting banget. Emang gila itu yang bikin film. Gak santai. Gw nyaris tahan nafas pas nonton filmnya, untung ga jadi asma. Optimus Prime selalu jadi robot favorit gw. Bumblebee juga lucu sih, tapi gw lebih suka karakter robot pemimpin dan bijaksana kayak Optimus Prime. Sayang mobil gw bukan Optimus Prime (yaaaa kaaleeeee -____-)

Belum lagi ngeliat cewek baru di Transformer 3 yang berani-beraninya gantiin Megan Fox: Rosie Huntington-Whitley yang bermain sebagai Carly. Ini cewek emang sexy parah, bibirnya oke banget, badannya bikin sirik, tapi sorry to say menurut gw Megan Fox masih lebih oke. Ini pendapat subjektif sih, soal selera aja, kalau gw lebih suka cantik sensualnya cewek kulit coklat rambut hitam kayak Megan Fox daripada yg putih pirang kayak Rosie Huntington-Whitley (weyy nama lo panjang banget). Anyway, cewek ini agak-agak mirip Cinta Laura menurut gw (mirip muka loh ya, kalau body sih jangan dibandingin). FYI, supaya puasa gw tetap afdol, pas bagian film yang "begitu-begitu" gw berusaha mengalihkan pandangan gw, yaah ngintip-ngintip dikitlaaah. :D


Satu lagi yang cool dari Transformer Dark of The Moon: Lt. Colonel William Lennox. Aaaahhh.. berani, jagoan, dan tampan. What do you expect more? Jangan bandingin kadar kegantengannya sama Sam Witwicky, itu sih bagai bumi dan langit alias sebelas sepuluh ribu (bukan sebelas dua belas) alias jauh banget (sekali lagi ini masalah selera). Gw gak tau nama asli mereka (dan males googling juga) jadi biarkan gw memakai nama mereka di film. Hemm kalau gw tarik benang merah, ada kesamaan karakter ketampanan dari tokoh-tokoh film yang gw suka. Ah gw bahas itu di tulisan selanjutnya saja :)


Entah ada yang merhatiin atau gak, atau memang gw aja yang terlalu sensitif, tapi film ini keliatan menonjolkan ke-superior-an dan ke-superhero-an Amerika Serikat. Tentu saja gak cuma di film ini kesuperioran semacam itu terlihat, banyak film lain, contoh lain yang paling gw inget adalah Armageddon (yang sayangnya masih menjadi film favorit gw hingga saat ini). Kalau ditarik benang merah, inti cerita film-film itu sama aja, yaitu ketika bumi ini diserang oleh makhluk jahat atau dalam bahaya meteor yang bisa membinasakan bumi, siapa yang bisa ngelawan dan menyelamatkan umat manusia? Bukan Jepang, bukan Rusia, bukan Israel, tapi Amerika. Amerika yang punya NASA, Amerika yang punya Pentagon, Amerika yang punya teknologi pertahanan super canggih dan punya ilmuwan gemilang, dsb dsb dsb. Cih! Yang pasti sih Amerika punya Hollywood makanya mereka bisa branding betapa hebatnya negara mereka. Yah mau bagaimana lagi, gak bisa kita sangkal, yang sudah punya teknologi untuk bikin film semacam itu ya cuma Hollywood. Tapi setinggi-tingginya teknologi pada suatu film, bagi gw, hanya akan jadi gambar yang fantastik tapi kosong, kalau gak didukung oleh ide dan alur cerita yang menarik dan menyentuh. Itulah kenapa belakangan ini gw saluuut banget sama beberapa film-film India kayak My Name is Khan dan 3 Idiots. Teknologi bikin filmnya mungkin sederhana, tapi ceritanya meeen, dapet banget! Berkesan! Ada nilai-nilainya! Gw sih lebih milih nonton film yang sederhana tapi bermakna daripada film yang kompleks tapi kosong. Beberapa film Indonesia juga oke kok. Film-film Mira Lesmana udah gak usah diragukan lagi. Belakangan gw seneng banget sama Catatan Harian Si Boy, filmnya sangat anak muda sekali!


Wuiiih gw sudah terlalu out of topic nih. Satu point terakhir deh ya. Sekali lagi entah gw yang terlalu sensitif atau memang adanya seperti itu, gw perhatiin di film-film superhero macam Transformer, Spiderman, dan beberapa film lain, mengapa selalu saja orang-orang Asia (Asia Timur, India, dan Timur Tengah) dan orang kulit hitam diperlihatkan sebagai korban atau seseorang yang merepotkan. Pokoknya sangat-sangat inferior. Di film Transformer 3, jelas-jelas orang Jepanglah yang dapat suatu peran dengan beberapa adegan yang agak menggelikan dan menjijikan (menurut gw). Belum lagi sering banget lokasi Timur Tengah dipilih buat jadi basecampnya penjahat. Di film superhero kayak Spiderman, kalau ada orang yang terjebak di suatu gedung dan musti ditolong sang superhero, sepenglihatan gw, itu biasanya kalo bukan orang kulit hitam, ya orang Asia. Ini yang gw ga suka dari film Hollywood. Rasis dan sering mengecilkan bangsa lain. Gw bukannya anti-Amerika ya, mungkin gwnya juga yang terlalu sensitif, tapi entah kenapa gw menangkap banyak fakta-fakta seperti itu. Film itu memang media paling baik untuk mencuci otak orang. Dengan cara seperti itu, tentu saja kesombongan negara adikuasa akan bertambah dan orang-orang yang berpikir polos, bisa saja jadi menganggap bangsa Asia dan orang-orang kulit hitam adalah sekelompok orang yang tidak berkuasa dan tidak bisa apa-apa. They totally wrong!


Okee.. pembicaraan gw sudah terlalu meluas. Gw bener-bener cuma mau berbagi pengalaman dan berbagi isi otak gw aja. Seneng banget kalau ada yang menanggapi tulisan gw ini. Terimakasih sudah berkenan membaca.

Salam,

Venessa Allia


Note: Gw mau pengakuan dosa ah, biarkan seluruh dunia tau, hari ini adalah hari pertama gw nonton film 3D di bioskop. Feel free untuk men-judge gw sebagai anak cupu :D.






5 comments:

Anonim mengatakan...

gw blom pernah nonton 3D, :(

R.A Rena mengatakan...

Onyon...tau tidak maenan transformers Optimus Prime yang aku punya pas umur 6 tahun?? sekarang di jual di e-bay jadi collectors item...harganya $6,400.00.....Daaaammmnn...ayo cari, ada di bandung gak...

Venessa Allia mengatakan...

Uda: Haaah yg mana yaaa? apa aku rusakin kali ya..hahaha... mauu dooong aku maenan Optimus Prime atau Bumblebee ;)

Andriani Oktadianti mengatakan...

i think the story line is soooo lame. hahaha. standar superhero hollywood lah yaa. tapi satu gw setuju: JOSH DUHAMEL. NYERAH SIH GW GANTENGNYA TIDAK TERPERI.

Venessa Allia mengatakan...

ooohhh itu dia namanya JOSH DUHAMEL.. :))