Minggu, 03 Oktober 2010

Jejak Langkah

Sebenernya saya buka laptop bukan buat nulis tentang ini. Saya pengen nulis essay yang lebih serius (btw saya mulai tertarik ikut lomba-lomba menulis ;)). Tapi nulis tulisan serius kayak gitu ternyata ga semudah nulis di blog. Nulis di blog sih bisa sesuka hati saya. Kalau ada yang suka ya sukuuur, kalau ada yang ga suka yaa ga usah dibaca. Mau nulis essay tapi buntu, ujung-ujungna balik ke blog lagi! halah



Hari ini lagi-lagi saya mau nulis hasil renungan saya di suatu malam. Agak curhat juga sebenernya:

Suatu malam saya flashback tentang jejak langkah saya selama ini:

--> Dimulai dari lulus SMP, jejak langkah saya mulai berbelok dari arah yang saya rencanakan. Lulus SMP saya tidak masuk SMA yang saya inginkan. Saya ditakdirkan sekolah di SMA lain, tapi SMA itu pun tidak buruk, walaupun bukan idaman saya.

--> Lanjut di SMA, sejak lama, cita-cita saya kalau lulus SMA itu kuliah di Psikologi, karena memang sebenernya saya ingin jadi Psikolog. Tapi semenjak kelas 3 SMA, saya tersihir pengen banget kuliah di ITB (yang sudah tentu tidak ada jurusan psikologi). Keinginan kuliah di ITB mengalahkan cita-cita lama saya. Setelah SMPB 2007, saya akhirnya diterima Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB. Alasan memilih ini lebih karena saya tidak suka fisika (jadi males masuk teknik) dan nilai biologi saya dari dulu selalu bagus. Sesimple itu. Di SITH, awalnya saya pengen masuk jurusan biologi, karena saya tertarik dengan ekologi dan lingkungan. Eh tapi akhir-akhir saya milih jurusan mikrobiologi dan lulus TPB (Tahap Persiapan Bersama, tingkat 1), saya keterima di jurusan tersebut. Lagi-lagi ini tidak sesuai dengan rencana awal saya. Tapi ini juga bukan sesuatu yang buruk. Saya bahkan sangat bersyukur bisa ada disini, merasakan semua pengalaman disini.

--> Biar cepet, lansung ke tingkat 4. Semenjak masuk Mikro, saya udah punya kecendrungan ke arah mikrobiologi lingkungan. Saya berencana, kalau TA saya maunya tentang bioremediasi atau MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery). Tapi apa yang terjadi? Topik bioremediasi tidak ditawarkan pembimbing, dan saya memilih untuk tidak ikut seleksi MEOR. Saya memilih hal lain: Microbial Induced Corrosion (MIC), dan itulah yang saya dapat. Lagi-lagi ini tidak sesuai dengan rencana awal saya, tapi ini pun bukan sesuatu yang buruk. Bahkan saya masih bisa mendapatkan apa yang saya pilih.


Kasus-kasus diatas hanya beberapa dari banyak hal yang terjadi. Flashback malam itu menyadari saya pada suatu hal, bahwa Tuhan (Allah SWT) tidak selamanya mengabulkan rencana-rencana saya, tapi perlahan Dia membimbing saya untuk mengikuti apa yang Dia rencanakan. Toh memang saya ini milik Dia dan memang cuma dia yang tau apa yang paling baik buat saya dan kita semua. Saya sadari, Dia memang sudah punya takdir dan rencana sendiri untuk saya (dan semua makhluk-Nya). Terkadang (bahkan sering) saya tidak mendapat apa yang saya inginkan atau saya rencanakan. Tapi walaupun begitu, toh kehidupan saya baik-baik saja. Saya jadi merasa kalau ini semua benar-benar sudah diatur. Rencana dia untuk kehidupan saya selanjutnya adalah misteri bagi saya. Tapi kalau melihat jejak langkah saya selama ini, saya percaya bahwa Dia akan mengaturkan yang paling baik untuk saya, selama saya juga merencanakan dan melakukan hal-hal baik untuk diri saya sendiri. Rasanya memang cuma Dia yang paling tahu kebutuhan kita, bukan sekedar keinginan kita. Kalau sudah begini, kita sebagai manusia bisa minta apa lagi? How could I ask more?


"Tuhan merangkai hidup ini tidak seindah yang kita idamkan tetapi juga tidak sepahit yang kita cemaskan"



Absolutely right! Saya setuju sekali ;)


*FYI, sambil nulis saya ditemenin lagu Jejak Langkah by Glenn Fredly feat Tohpati. Very nice song.
Denger deh:
http://www.youtube.com/watch?v=0NtfK0LDzr0

2 comments:

Rahmawan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Venessa Allia mengatakan...

hahahahahaha....

si uda comment di blog akuuuuuu

:))